PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 3


PONDOK REHABILITASI MISTERIUS PART 3


PONDOK REHABILITASI MISTERIUS PART 3

Oleh: Henggar Bintang
Halo sedulur - sedulur semua.. salam sejahtera untuk semua, semoga sehat dan bahagia. Saya mohon maaf kalau ceritanya harus saya buat episode karena akhir2 ini saya sangat sibuk.. kerjaan numpuk hehehe maaf juga kalau saya membuat para sedulur penasaran dan menanti lama untuk part 3, toh saya juga nggak menyangka kalok tulisan saya ini bakalan dapat banyak respon dari warganet. Saya baca2 komen tentang tulisan saya ini banyak yang merespon kalau ini cuma karangan belaka, ada yang bilang ini treat seperti KKN desa penari dll, sejujurnya saya nggak ada maksud apapun dibalik tulisan saya ini, hanya saja waktu itu saya sedang libur kerja dan bingung mau ngapain, akhirnya saya putuskan untuk nulis cerita ini, ya siapa tau bermanfaat untuk orang lain. Kalau ada yg penasaran soal cerita ini bisa ketemu saya aja lur, boleh ke tempat kerja saya di Mr. Blangkon garden resto jakal Km 15 sambil ngopi2, saya selalu stay on disana dari pagi sampe malem kok ( nek ra pas prei ) tak kasih diskon wes buat sedulur2 khusus pembaca tulisan saya ini wkkwkwkw ( malah promosi hahaha ), nanati sekalian saya temuin langsung sama farhan kalok pas dia selo hehehe. Baiklah!!! Kita mulai ceritanya! Sek sek.. yg mau bikin kopi.. bikin kopi dulu, yg mau siapin cemilan ya dicepakke dulu cemilannya.

Malam itu bu lis terus menjerit jerit ketika ustadz idris mengusap2 perutnya, untuk yang kedua kalinya terlihat benda berkilau menyerupai berlian di genggaman tangan ustadz idris, lagi2 ustadz idris melemparkan benda tersebut ke ujung ruangan.. sama seperti pertama kali, ketika benda tersebut bertubrukan dengan tembok.. benda tersebut hancur dan mengeluarkan api merah pekat yang mencuat tinggi, “ ve.. nek bu lis ngising kui paling metu berliane “ canda farhan ke vero, “ hus!! Kondisi kayak gini masih aja bercanda “ tegur vero. Rapalan yasin dan ayat kursi yang dibaca farhan dan kawan2 pun semakin diserukan lebih keras. Untuk yang ketigakalinya ustadz mengelus perut bu lis namun kali ini sepertinya ustadz idris kesulitan untuk mengambil sesuatu dari dalam perut bu lis. Ustadz idris pun duduk bersila di samping ranjang bu lis sambil merapalkan doa, tiba2 farhan kaget karena bacaan yasin dan ayat kursi terdengar sangat kencang seolah olah ada puluhan orang yang membaca ayat ayat tersebut padahal di ruangan tersebut hanya ada 6 orang yakni farhan, vero, mas agus, pak rahmat, ustadz idris dan bu lis yang sedang sakit. “ jiancok! Opo meneh iki gus ?! “ bisik farhan ke agus. “ neng mburine akdewe iki akeh murid2e ustadz seng melu moco han “ ( murid dari bangsa jin yang dimaksud agus ) bisik mas agus ke farhan “ wah asu.. sengit tenan aku nek wes ngeneki “ ucap farhan. Usut punya usut, mas agus ini bisa lihat yang begituan.. ya mungkin karna dia sudah lama jadi muridnya ustadz idris. Sekitar setengah jam berlalu.. tiba2 bu lis terdiam, perutnya pun sudah tidak mebesar lagi. “ ketoke wes mari ki “ ucap farhan ke mas agus, “ mugo mugo wae han “ jawab agus. Konon dari cerita mas agus.. yang mencelakakan bu lis ini sanak saudaranya sendiri, bu lis ini seorang janda.. pengusaha kaya raya asal Surabaya yang memiliki perusahaan besar yang dulu dirintis oleh almarhum suaminya, namun sayangnya bu lis ini tidak mempunyai keturunan, hanya punya 1 anak angkat saja yang sudah berkeluarga dan tinggal di Singapore. “ inalillahi wainaillaihirojiun, bu lis sudah meninggal “ ucap ustadz idris, sontak satu ruangan kaget. “ tak pikir mari malah mati ve “ ujar farhan ke vero, “ kasihan ya mas “ jawab vero. “ kalian bantu saya urus jenazah bu lis lalu sama2 kita bawa ke aula bawah “ perintah ustadz.

Keesokan harinya setelah shalat subuh berjamaah usatadz idris bilang kalau jenazah bu lis akan dimakamkan di pondok atas permintaan keluarganya, “ nanti sehabis shalat zuhur kita kebumikan jenazah bu lis di belakang pondok “ ucap ustadz idris. “ kok nggak dibawa pulang sama keluarganya tadz ? “ Tanya vero, “ saya juga nggak tau “ jawab ustadz. siang itu tidak ada satupun keluarga bu lis yang datang untuk ikut memakamkan bu lis dan siang itu juga untuk pertama kalinya farhan dan vero melihat suasana di luar pondok, bu lis dimakamkan tepat di belakang pondok. Rupanya pondok tersebut dikelilingi hutan yang entah seberapa luasnya, farhan pun makin bingung bagaimana caranya dia kabur karena pondok tersebut dikelilingi hutan dan hanya ada jalan kecil yang membelah hutan tersebut, mungkin mobil pun sulit untuk mengakses menuju pondok tersebut. “ walah ve jebul iki neng tengah hutan “ ucap farhan pada vero, “ sono.. katanya mau kabur hahaha “ jawab vero sambil tertawa. Setelah memakamkan bu lis farhan dan agus melakukan kegiatan seperti biasanya yakni ikut membantu pembangunan masjid dengan 3 orang tukang bangunan, sering kali farhan bertanya pada ketiga tukang bangunan itu sebenarnya dimana lokasi pondok ini namun ketiga tukang bangunan tersebut selalu tidak menjawab apapun hanya diam dan tersenyum, sering juga farhan ngajak ngobrol tukang bangunan tersebut namun mereka hanya menjawab seperlunya saja, terkesan kurang friendly, ketiga tukang bangunan tersebut pun jarang ngobrol antara satu sama lain. “ lek iki ki jane nengdi to ? aku takon tenan iki “ tanya farhan pada salah satu tukang bangunan, namun sama seperti sebelumnya.. pak tukang diam saja dan hanya tersenyum. “ wooo.. bisu po lek??!! “ ujar farhan sambil tersenyum kecut. Waktu menunjukkan pukul 5 sore, farhan pun segera menyudahi kegiatannya membantu membangun masjid dan segera mandi.

3 hari setelah pemakman bu lis tidak terjadi hal2 yang aneh2.. ya normal2 saja. Sampai pada suatu hari ketika shalat maghrib berjamaah di aula bawah tanah ( selama masjid direnovasi shalat berjamaah dilaksanakan di aula bawah tanah ) saat rakaat terakhir terdengar suara gemuruh seperti benda2 berbenturan. Usai shalat farhan berkata pada agus “ suoro opo kae mas ? “ mereka semua pun saling tatap mata bingung akan asal dari suara tersebut, ustadz pun segera berlari keluar, sontak semua berlari mengikuti ustadz, ustadz idris pun berlari ke kamar alex. Disitu terlihat kamar alex yang porak poranda.. kursi, lemari, ranjang tempat tidur semuanya terbolak balik dan patah.. seperti dilempar kesana kemari, disitu alex terlihat duduk bersila sambil menundukkan kepala. “ woo jancok, rene rame wae ro aku mas! Mejo ro kursi ra salah opo2 kok mbok bantingi “ tantang farhan sok sokan. “ Ha! Ha! Ha! Ha! Ha! Ha! “ alex tertawa terbahak2 dengan suara yang besar, farhan pun ambil langkah seribu, mundur keluar ruangan sambil berkata “ asem! kesurupan iki!! trimo ora wae aku nek urusan karo bab ngeneki “ ujar farhan. “ oh sudah berani keluar kamu ya? Sengaja saya biarkan kamu ikut orang ini masuk pondok saya.. saya sengaja mau mengajak kamu masuk islam “ ucap ustadz idris pada alex yang sedang kerasukan itu. ( menurut penuturan farhan pada saya, jin yang merasuki alex tersebut berbicara menggunakan bahasa jawa halus yang pada cerita ini akan saya tuliskan dengan bahasa jawa biasa saja karena saya tidak fasih bahasa jawa halus hehehe ) “ ora butuh ! aku seng ndwue kuoso neng khayangan, koe koe kabeh wae seng melu aku! Meluo aku, koe kabeh bakalane tak jagani, aku ora butuh islam! “ kata jin kafir tersebut. “ oh jadi kamu tidak takut Tuhan ? “ Tanya ustadz idris, “ Tuhan ki sopo ?!! “ ujar jin kafir, “ Tuhan itu ya yang menciptakan kamu.. yang menguasai seluruh alam semesta, semua makhluk termasuk kamu, kamu itu tidak ada apa2nya.. kamu itu lemah dihadapan Tuhan “ tutur ustadz idris. Sontak alex berdiri dan mengambil kuda2 seakan menantang ustadz idris untuk berkelahi. “ sudah.. kamu tidak perlu begitu, saya tidak mau bertengkar dengan kamu, kalau kamu tidak mau masuk islam yasudah nggak papa tapi tolong kamu keluar dari tubuh orang ini “. Usut punya usut ternyata alex ini mengisikan khodam pada dirinya ( istilah jowone cekelan / jin yang disemayamkan dalam tubuhnya ) untuk menjaga dirinya entah supaya kebal senjata, opo ben nek gelut menangan hahahaha, ya nggak heran kan si alex ini emang basicnya preman. “ aku ora bakal lungo seko bocah iki, iki wes perjanjian! Nganti bocah iki mati aku tetep dadi siji karo bocah iki ! “ kata om jin kafir. “ kae anak buahmu kabeh kon ndene.. kon musuh aku, tak ambrukke kabeh ! “ ( yang dimaksud anak buah ustadz itu para murid ustadz idris yang dari bangsa jin ) tantang jin kafir. “ nggak perlu, kalau kamu mau berkelahi.. saya sendiri cukup “ jawab ustadz idris. Menggunakan tubuh alex jin kafir tersebut mencoba menyerang ustadz, ustadz pun mengangkat tangan kanannya.. seketika tiba2 alex ambruk tersungkur dengan posisi tengkurap. “ lihat saya! “ ucap ustadz idris, alex pun melihat ustadz idris lalu seperti sangat ketakutan dan menundukkan kepalanya, berusaha bangun namun tak mampu. “ loh katanya kamu penguasa khayangan? masak melihat saya saja nggak mampu.. “ ucap ustadz idris. “ saktenane koe sopo ?! “ Tanya jin tersebut, “ saya manusia biasa, hamba Allah.. tolong tinggalkan anak ini “ ucap ustadz idris. “ aku tetep karo bocah iki, bakalane aku bali ndene karo batih batihku! “ uacap jin kafir tersebut. Seketika alex sadar lalu seperti orang linglung. Ustadz pun langsung menyuruh vero mengambilkan air minum untuk alex. “ malam ini kalian tidur bertiga ya di ruangan sebelah, temenin mas alex kalau ada apa2, oh iya sekalian habis ini tolong kursi2, dipan dan lemari yg ada di bekas kamar bu lis dipindahin ke sini saja dulu ya.. soalnya ini kursi2 sama mejanya pada rusak “ perintah ustadz idris.

“ wah modiyar akdewe ve nek ngko ujuk2 alex kesurupan meneh po ngamuk “ bisik farhan ke vero, “ nggak papa mas.. toh kalok ada apa2 tinggal panggil ustadz aja “ jawab vero dengan santainya. Vero ini cewek tipikal yg bukan penakut soal dunia perdemitan, beda dengan farhan hahahaha. Setelah itu segeralah farhan, pak rahmat dan agus menuju ruangan yg dulunya dipakai bu lis.. saat itu vero nggak ikut karena dia mempersiapkan tempat tidur tambahan buat alex. Sesampainya di ruangan bu lis farhan dan pak rahmat mengangkat meja untuk dibawa ke ruangan alex, karena mas agus postur tubuhnya yang paling kecil jadi dia dapat bagian ngangkat kursi. ketika mereka keluar dari ruangan tersebut tiba2 mereka mendengar suara jeritan kesakita bu lis dari dalam ruangan tersebut, sontak mereka bertiga kaget setengah mati, “ loh.. mas denger nggak ? “ Tanya farhan ke mas agus dan pak rahmat, “ denger.. udah biarin aja “ ujar pak rahmat. Mereka pun bergegas sesegera mungkin naik dari ruangan bawah tanah. Malam itu vero, farhan dan alex berada di satu ruangan, mereka bertiga ngobrol2, sebenernya alex ini orangnya santai, enak diajak ngobrol dan tidak seperti yang mereka berdua bayangkan, mungkin alex bringas dikarenakan hasutan jin yang ada di dalam tubuhnya. malam berlalu, pagi itu farhan dan vero dapet tugas untuk bersih2 halaman depan pondok “ ve kayaknya dalam waktu dekat ini aku mau kabur aja deh, kamu mau ikut ngak ? “ ucap farhan pada vero, “ caranya ? “ tanya vero, “ itu kan ada kayu2 panjang yang buat bangun masjid, kita pake itu aja buat manjat tembok, kita ikutin jalan setapak yg kita liat kemarin itu, nanti pasti ketemu pemukiman warga, kita bisa ngompreng kek atau gimana gitu, yg penting pergi dari sini “ ucap farhan. “ Terus mau kapan ? “ Tanya vero. Nunggu ustadz pergi dulu, kan katanya ustadz minggu depan mau ke Kalimantan 2 hari tuh nah kesempatan deh buat kita “ jelas farhan. “ ya kamu atur deh mas, aku ngikut aja.. gak betah juga aku disini “ tutur vero.

Sore harinya terlihat alex sedang ngobrol dengan ustadz idris, akhir2 ini memang alex seperti mendapatkan perawatan intensif dari ustadz hehehe yang dimaksud perawatan intensif itu ya dibaca2kan surat Al – quran, diceramahin, diberi nasihat dan kadang terlihat ustadz idris menekan2 tubuh alex di bagian tertentu sambil merapalkan do’a, vero yang sering melihatnya. Malam itu untuk pertama kalinya alex ikut shalat berjamaah di pondok. “ edan.. tobat bos ?! “ gurau farhan pada alex, “ pisan2.. ndak lali carane hahaha“ jawab alex sambil tertawa. Usai sholat isya berjamaah mereka berempat yakni vero, alex, mas agus dan farhan duduk2 di bangku area depan pondok sambil bercerita dan bersendau gurau. “ dulu ada murid baru satu hari disini, sepertinya benar2 nggak betah, malam harinya dia kabur eh.. keesokan harinya dia balik lagi ke pondok, waktu saya Tanya kok balik kenapa? Dia pun bingung katanya waktu berjalan sudah menembus hutan sampai di suatu pemukiman warga tiba2 seperti tujuannya adalah kembali ke pondok padahal maksud dan pikirannya mau kabur dan pulang ke rumah “ cerita mas agus. “ kalok sampean kok bisa sampai sini siapa yang bawa mas ? “ Tanya vero ke mas agus. “ saya kenal ustadz dijalan, nggak sengaja ketemu di bus.. waktu itu saya dari madiun mau ke solo, di bus saya duduk bersebelahan dengan ustadz, saya kan wira wiri madiun solo.. dulu saya kerja di solo disana ngekost, sampai entah kok bisa saya jadi Bandar togel hehehe tapi anehnya saya ketemu ustadz dalam satu bus itu 3 atau 4 kali kalok nggak salah.. sampai akrab, beliau pun ngasih nomor telfon ke saya, siapa tau butuh bantuan atau mau silaturahmi.. ucap ustadz waktu itu. saya juga kadang heran. Pernah saya tanya ustadz ini dari mana, pondoknya dimana, ustadz cuma bilang kalau asli wonosobo, pondoknya bukan di wonosobo tapi disana mas.. jauh, kata ustadz kala itu, sampai saya merasa ada banyak masalah di hidup saya sampai2 saya berfikiran ingin bunuh diri mas.. akhirnya saya menghubungi ustadz, eh keesokan harinya ustadz udah ngetuk pintu rumah saya nawarin ikut ke pondok seminggu dua minggu saja.. saya juga tiba2 mau2 aja, eh.. disini betah hehehehe disini lebih tenang batin saya mas, tiba2 juga udah sampai sini.. selama perjalanan saya nggak sadar, tidur apa pingsan saya juga nggak tau, bangun2 juga udah berdiri di pintu masuk depan situ.. saya juga heran kok mas waktu itu “ ucap mas agus sambil menunjuk ke arah pintu depan pondok.

Sedang asyik ngobrol tiba2 vero berteriak “ apa itu ?!! “ sambil menunjuk kea rah atas.. rupanya ada bola api yang berputar2 di atas area pondok. Sontak mereka berlari masuk ke gedung utama depan pondok, lalu melapor ke ustadz idris, “ pak ada bola api muter2 diatas pondok! “ lapor vero ke ustadz idris, ustadzpun berjalan keluar lalu tidak lama kemudian kembali. Konon katanya itu rombongan jin khodam si alex baru mengintai pondok, mau perang kali ya hahahahaha. “ sudah nggak papa, nggak ada apa apa.. sekarang kalian masuk kamar masing2 saja, baca2 quran apa dzikir lalu tidur “ ujar ustadz. malam itu terdengar ketukan pintu dari kamar farhan, rupanya ustadz idris yang mengetuk, “ farhan ikut saya “ ucap ustadz. “ wah tai tai.. mesti pait iki “ farhan ngedumel. Ustadz idris pun mengajak farhan turun ke ruangan bawah tanah paling bawah. “ han.. buka baju, masuk situ.. berendam “ perintah ustadz, “ buat apa to tadz, biar sakti po tadz ? “ Tanya farhan sambil bercanda. “ enggak lah.. biar kamu nggak nakal lagi, sudah buruan “ kata ustadz sambil tersenyum. Farhan pun ditinggal sediri disitu. Sekitar kurang lebih 2 jam farhan berendam akhirnya ustadz idris kembali, “ dingin han ? “ Tanya ustadz sambil tertawa. “ walah.. ndadak takon tadz, bengi bengi kon kungkum 2 jam ra kademen.. padakke aku iwak “ gerutu farhan. ( menurut penuturan farhan pada saya, selama berendam farhan merasa ada yang mencolek2 badannya dan berkali2 mendengar suara salam yang terdengar persis dari samping telinganya ), “ sudah ayo naik ke aula, pakai bajumu! “ ajak ustadz. mereka berdua pun naik ke aula dan farhan disuruh untuk tidur terlentang, “ tutup mata sambil berdzikir ya han.. “ ucap ustadz, farhanpun memejamkan mata dan berdzikir. Ustadz idris seketika memegang perut farhan sambil merapalkan ayat ayat suci Al quran. Hangat terasa perus farhan ketika disentuh ustadz idris.. makin lama makin hangat.. makin hangat dan makin hangat.. tiba tiba farhan berteriak “ huaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Sakit tadz! “ farhan ingin menepis tangan ustadz tapi tubuhnya terasa tidak bisa digerakkan, rasa sakit yang luar biasa dirasakan farhan dari ujung kaki sampai leher seperti dikoyak2 bagian dalamnya. Cukup lama prosesi tersebut sampai ustadz menyudahinya. “ istighfar “ perintah ustadz, farhan pun istighfar dan meminum air putih yang diberikan ustadz idris, ketika farhan melihat bagian perut yang tadi dipegang oleh ustadz idris terdapat bekas bercak hitam lebar seperti luka bakar, kalau sedulur2 pernah kena knalpot panas nah seperti bekas luka keselomot knalpot gitu tapi lebar bewarna kemerahan. ( sekarang sudah agak memudar karena si farhan ini sekarang perutnya melar hahahaha berhubung kejadiannya sudah lama juga, dulu badannya standard, sekarang agak gemuk perutnya melar hahahahha sepurane men! ora bermaksud ngece lho iki.. cuman kenyataane kan ngono hahaha, oh iya di postingan ini saya sertakan foto bekas luka ruqyah di perut farhan, penuh perjuangan aku lur moto bekas ruqyah di perut farhan.. nadadak dipekso2 e lagi gelem hahahaha ). “ gimana han ? seger ? “ Tanya ustadz “ merasa tenang aja pikiran saya tadz, cuman tadi itu sakitnya luar biasa “ jawab farhan. ( waktu saya Tanya pada farhan “ terus pie men ? koe njuk merasa pengen taubat ngono po?”, “ yo mung hawane tenang wae.. ayem, tur yo koe ngerti dewe to tobat pie wong yo aku isih doyan ngombe wahahahah cuman nek arep nglakoni hal2 seng ra apik, gelut2an, ngantemi uwong ngono aku mikir2 dowo nek sak durunge lak aku pras pres pras pres ra mikir dowo hahaha “ tutur farhan pada saya waktu bercerita kisah ini ). “ itu ada jin di badan kamu, jinnya keren han.. tindikan, tatoan “ ucap ustadz sambil tertawa, entah ustadz idris hanya bercanda atau beneran, “ ah mosok tadz ? “ Tanya farhan heran, ustadz idris hanya tertawa. Tapi sebelum dimasukkan pondok farhan berniat untuk menggambar tato di badannya, entah ini ada hubungannya atau tidak. “ sudah kamu siap2 kembali ke kamar.. tidur2 sebentar lalu nanti subuhan berjamaah. Pagi harinya farhan bercerita pada vero, agus dan alex tetntang kejadian semalam, mereka pun heran kok bisa ada bekas seperti itu di perut farhan.

Baiklah sedulur2 lalu apa yang akan terjadi selanjutnya di pondok rehabilitasi tersebut ? pertanda apa dengan adanya bola2 api yang berputar2 di atas pondok? Bagaimana hasil pelarian farhan ? akan saya sambung di part 4.

Next...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 3"

Post a Comment