PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 2


PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 2


PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 2

Oleh: Henggar Bintang
Halo kerabat.. salam sejahtera. Masih bersama saya henggar.. berhubung banyak yang minta segera di share cerita pondok rehabilitasi misterius part selanjutnya, pada kesempatan kali ini saya akan kembali meneruskan ceritanya. Ohiya.. sebelumnya saya kasih bocoran kalau cerita ini lumayan panjang jadi akan saya bagi menjadi beberapa part. saya lihat tanggapan nitijen, banyak yg tanya apa ini kisah benar2 nyata atau hanya karangan saya saja, but kisah ini benar2 nyata, semua alur cerita tidak ada yg saya buat2, kapan2 boleh kita silaturahmi sambil saya kenalkan ke narasumbernya hehehehe. Oke Langsung saja ya lur..

Malam itu begitu kagetnya farhan dan vero karena dua ekor ikan mas sebesar paha orang dewasa bisa ada di parit sekecil itu dengan air yang sangat dangkal. “ ve iki iwak seko ngendi yo ? kok iso urip neng parit cilik ngene.. banyune we cetek “ ucap farhan. “ gak tau lah mas, heran juga aku, tapi bodo amat lah yang penting dapet, yok kita kasih ke ustadz aja “ jawab vero. Mereka berdua pun segera menuju ke ruangan ustadz dan menyerahkan sebuah ember plastik yang berisikan 2 ekor ikan hasil pancingan mereka. “ pak.. ini ikannya, kami dapat 2 ekor besar2 “ ucap farhan pada ustadz. “ bagus.. sekarang kalian mandi lalu tadarus, kalau belum bisa baca AL- QURAN ya dzikir2 di aula bawah tanah lantai 2 “ perintah ustadz idris. “ asu.. asu.. kene ki isih ngantuk e “ ucap farhan. “ mas farhan dikurang kurangin ya ngomong kotornya “ tegur ustadz sambil tertawa. Malas mandi karena dingin mereka pun cuma cuci muka dan segera turun ke ruang bawah tanah untuk dzikir dengan perasaan takut tentunya, karena mereka berfikir pasti banyak murid ustadz dari bangsa jin juga berada di ruangan tersebut.

Singkat cerita setelah dzikir di aula bawah tanah dan shalat subuh farhan kembali ke ruangannya dan tidur, pagi harinya sebagun tidur sekitar pukul 9 pak rahmat menghampiri farhan “ mas dipanggil bapak disuruh ke ruangannya, sekalian agus diajak “ ucap pak rahmat. “ ya, nanti saya mau ke dapur dulu, makan “ jawab singkat farhan. Selesai mandi dan makan farhan dan agus menghadap ustadz idris. “ alahamdulillah kita dapat donasi 200 juta dari seorang dermawan, besok kita lanjutkan pembangunan masjid, material nanti saya belikan.. kalian ikut tanggung jawab bantu2 bangun masjid mulai besok “ ucap ustadz idris, “ nggih pak.. “ jawab agus. Mereka pun keluar dari ruangan ustadz idris dan farhan langsung menghampiri vero “ ve! Podok dapet donasi 200 juta mau buat bangun masjid, opo iki ono hubungane karo wangsite ustadz seng akdewe kon mincing mau bengi, entok iwak 2 njuk oleh donasi 200 juta yo ?! “ ujar farhan ke vero. “ ya bisa aja mas.. brarti kalok kita dapet 4 mungkin dapet donasinya 400 juta itu mas.. harusnya kita dapet komisi kan ya?? Hahaha kan kita yang mancing.. lumayan kan kalok kita dapet setengahnya bisa buat dugem 1 bulan full hahahaha” canda vero. “ asu ve.. utekmu isine nek ra dugem yo mung ngobat hahaha “ ujar farhan. “ tapi iya ya mas disini semuanya serba nggak masuk akal, dulu waktu pertama kali aku sampe disini pun aku disuruh berendam tuh di ruang bawah tanah paling bawah, aku kan ngantuk ya karna itu malem dingin juga kan, aku naik lah ke aula tanpa sepengetahuan ustadz, aku tidur tuh di situ.. pas aku bangun aku udah ada di kolam lagi “ cerita vero ke farhan. “ aku nggak betah ve pengen kabur aja lah, kamu mau ikut nggak ? “ kata farhan. “ coba aja mas, aku udah coba keliling pondok tapi nggak ada celah buat keluar, boro2 keluar.. lihat luar aja nggak bisa, lagian kita ini dimana juga kita nggak tahu “ jawab vero.

Hari demi hari berlalu, farhan di pondok setiap harinya hanya bermalas malasan.. shalat nggak serius, waktunya tadarus cuman tidur, ikut bangun masjid juga cuma sebentar2 saja, namun ustadz idris menyadari dan memperhatikannya, hingga pada suatu malam ustadz idris menghampiri farhan. “ mas ganti baju.. pake baju koko, sarung, peci lalu ikut saya.. saya tunggu di depan “ ucap ustadz. “ mau kemana tadz ? ngantuk saya mau tidur “ tolak farhan, “ sebentar saja “ ujar ustadz. Lagi2 farhan seolah tidak mampu menontrol diri, tidak bisa melakukan apa yang sebnarnya ia kehendaki, tiba2 farhan langsung sigap berganti pakaian sesuai apa yang dikehendaki ustadz idris lalu mengikuti ustadz idris, sampai di pintu gerbang pondok ustadz idris menutupi kedua mata farhan sengan secarik kain yang diikatkan di kepalanya. Farhan ingin menolak namun tak mampu, ditutuplah mata farhan oleh ustadz idris. “ gandeng tangan saya dan ikuti saya mas “ ucap ustadz idris. Mereka berdua berjalan sekitar 15 menitan hingga akhirnya ustradz idris membuka penutup mata farhan, farhan pun melihat disekelilingnya.. rupanya mereka berdua berada di tengah hutan, mereka berdiri tepat di depan pohon randu yang tinggi dan besar, di pohon tersebut diikat kain putih. “ mas duduk dulu “ perintah ustadz sambil menyodorkan air putih kemasan untuk diminum. Farhan pun meminumnya. “ syahadat 3x ya mas farhan “ perintah ustadz idris sambil menepuk kedua kaki farhan. Selesai syahadat farhan sontak berteriak kaget sekaget kagetnya sampai hampir pingsan, rupanya tepat di depan farhan duduk seorang laki2 dengan baju compang camping, pelipisnya penuh darah dan separuh kepalanya hancur. Sambil berteriak farhan memejamkan matanya karena begitu takutnya melihat sosok tersebut. “ buka aja matanya mas, nggak papa itu teman saya “ ucap ustadz idris. Perlahan2 farhan membuka matanya tanpa berani menatap langsung kearah wajahnya. “ kenalin mas ini namanya mas heri, semasa hidup dia teman dekat saya sejak kecil.. mas heri ini waktu masih muda partner nakal saya, dulu kita berdua suka berkelahi kesana kesini, kita dulu makai narkoba juga mas, masuk penjara juga sama2.. saya dulunya bukan orang yang baik mas, shalat pun satu tahun sekali nggak pasti tapi Alhamdulillah Tuhan memberikan hidayah pada saya untuk bertaubat dan mendalami ilmu agama, bertahun tahun saya mendalami ilmu agama dan kebatinan, saya berusaha terus berjalan di jalan yang lurus, hampir setiap hari saya mengajak mas heri ini untuk bertaubat namun beliau selalu menunda2 katanya besok saja , saya masih mau menikmati masa muda kata mas heri kala itu, tapi walaupun kita sudah berbeda jalan, kita masih sering ketemu.. bahkan hampir setiap hari saya ke tempat mas heri untuk sekedar minum kopi dan ngobrol2 semasa beliau masih hidup, tidak jarang saya mengingatkan mas heri untuk segera berhenti memakai narkoba tapi mas heri ini orange ngeyel “ ujar ustadz idris sambil tertawa. “ sampai pada suatu hari.. mas heri ini sms saya kalau mau bertaubat dan bertemu saya untuk minta diarahkah bagaimana cara pertaubatannya” cerita ustadz idris. Menurut cerita ustadz idris pada farhan kala itu sebelumnya mas heri mengirim sms kepada ustadz idris, intinya saat itu mas heri sedang memakai narkoba untuk yang terakhir kali sebelum bertaubat.. ( acara perpisahan sama narkoba kali ya hehehehe ) dan sehabis maghrib mas heri akan datang ke pondok untuk menemui ustadz idris, namun naas ketika perjalanan menuju pondok mas heri mengalami kecelakaan hingga meregang nyawa di tempat. “ saya keget mendengar kabar teragis bahwasanya mas heri tewas dalam kecelakaan saat perjalanan menemui saya, keesokan harinya saya ambil ruhnya lalu saya semayamkan di pohon ini mas, saya kasihan sama mas heri ini.. pastinya di alam kubur dia dapat siksa yang pedih, belum di akhirat pastinya akan lebih pedih siksanya, maka dari itu saya ambil ruh mas heri lalu saya semayamkan disini ini. Maka dari itu mas dalami ilmu agama, taubat jangan ditunda2 karna ajal itu bisa datang kapan saja.. besok, nanti atau setelah ini “ ujar ustadz idris. Farhan pun heran “ mana bisa ruh manusia yang sudah meninggal diambil lalu disemayamkan di suatu tempat, bukannya setiap orang meninggal ruhnya langsung dibawa malaikat ke alam lain, alam kubur sebagai penantian sampai besok hari kiamat. Bahkan mungkin sekelas Nabi pun belum tentu bisa.. ya waullahlualam lah ya “ farhan membatin.

Setelah memberi banyak petuah, ustadz idris langsung mengajak saya kembali ke pondok “ mas ayo segera balik ke pondok.. kasihan bu lis “ kata ustadz “ loh bu lis kenapa pak ? “ Tanya farhan. “ sudah ayo cepat! Assalamualaikum ya ruh!!! “ ucap ustadz dan farhan pun tidak melihat lagi sosok mas heri di depannya, entah menghilang begitu saja. Ustadz idris pun kembali menutup mata farhan menggunakan sehelai kain. “ mbok rasah ditutupi ngopo to pak.. marai repot, mlakuku dadi kesandung2! “ sudah gpp, saya gendong nanti “ ujar ustadz idris. Tidak sampai 2 menit tiba2 ustadz idris membuka penutup mata farhan. “ pie to pak! Kok nggak jadi ditutup.. jare kudu ditutup “ oceh farhan. Begitu farhan membuka mata, farhan kaget super kaget bahwasanya mereka sudah berada di dalam pondok, di dalam ruangan bu lis!! “ jancok!!! Kok bisa langsung sampai sini?!! Sampean iso teleportasi tadz ?!! “ ucap farhan dengan nada tinggi karena kaget ( koyo hokage ke 4 nggon film naruto yo sob ?! hahahaha ). “ enggak.. kan tadi saya bilang kalau mas farhan saya gendong biar cepet “ kata ustadz sambil tersenyum. Farhan pun berfikir, “ ahhh mana mungkin bisa pindah tempat secepat itu padahal tadi perjalanan ke hutan saja 15 menitan lebih, masak iya baliknya nggak sampai 3 menit.. lagian tadi ustadz juga nggak nggendong saya, cuma menggandeng tangan saya “ farhan heran.

Dilain sisi farhan menyaksikan bu lis berteriak meronta ronta kesakitan, perutnya makin membesar seperti hampir pecah, “ han.. panggil vero, agus, sama pak rahmat “ perintah ustadz idris, farhan pun berlari ke atas dan memanggil orang2 tersebut. Singkat cerita ferhan, vero, agus, dan pak rahmat sudah berkumpul di ruangan bu lis. “ kalian baca ayat kursi dan yasin! Jangan berhenti sampai saya suruh berhenti “ perintah ustadz idris. Konon santet / teluh yang diderita bu lis ini luar biasa hebat, katanya di dalam perut bu lis yang amat besar tersebut berisikan puluhan berlian. Ustadz idris pun mengelus perut bu lis, ketika ustadz idris mengelus perut bu lis, bu lis pun semakin menjerit meronta ronta.. tiba tiba di genggaman tangan ustadz idris terlihat sesuatu yang berkilau menyerupai berlian, sontak ustadz idris langsung melempar benda tersebut ke sudut ruangan. Ketika benda tersebut bertubrukan dengan tembok langsung pecah dan mengeluarkan kobaran api yang mencuat setinggi kira2 2 meter, namun anehnya api itu tidak terang / bercahaya, kalian bisa membayangkan api berwarna merah pekat tapi tidak menimbulkan cahaya, farhan pun keheranan karena baru kali ini ia melihat secara langsung kejadian seperti ini.

Lalu apa yang terjadi selanjutnya dengan bu lis dan cerita2 misterius yang sulit untuk diterima akal sehat di pondok rehabilitasi mesterius tersebut akan saya lanjutkan di part ke 3 ya lur.. salam hangat dari saya 😇

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PONDOK REHABILITASI MISTERIUS Part 2"

Post a Comment