PONDOK REHABILITASI MISTERIUS
Oleh: Henggar Bintang
Halo kerabat.. salam hangat dari saya. Oiya perkenalkan nama saya Henggar, kali ini saya akan share cerita misteri yang menurut saya menarik untuk diulik, cerita ini 10000% berdasarkan kisah nyata, cerita yang dialami oleh kerabat dekat saya sendiri. Sebelumnya saya mohon maaf kalau tulisan saya ini agak carut marut karena memang basic saya bukan seorang penulis hehehehe sepurane lur.
Sebelumnya saya kasih tau kalau cerita ini tentang pondok rehabilitasi misterius yang didalamnya banyak kejadian2 yang tidak bisa diterima akal sehat, keberadaannya pondoknya pun entah dimana, bahkan tokoh utama dalam cerita ini yg sempat stay di pondok tersebut sama sekali tidak tahu menahu soal keberadaan pondok rehabilitasi tersebut. Lahhhhh kok bisa ? simak saja ceritanya.
Langsung saja kerabat.. cerita ini dialami oleh sahabat saya sebut saja farhan ( nama saya samarkan karena beliau tidak berkenan disebutkan nama aslinya hehehe jarene ndak terkenal hahaha ). Kisah ini terjadi sekitar tahun 2012 ketika farhan masih duduk di salah satu bangku SMA swasta di jogja yang terakreditasi A ( Terakreditasi A soal tawuran maksudnya hahahaha ). Singkat cerita farhan dikeluarkan dari sekolah tersebut, sebenarnya farhan ini anak yang pintar di bidang akademis.. tapi ya dilain sisi farhan suka berkelahi, tawuran dan buat rusuh di sekolah.
Siang itu setelah dikeluarkan dari sekolah farhan pulang kerumah dan begitu masuk rumah bapak dan ibu farhan sudah memberi sambutan yang HOT! Hehehehe “ Bocah kok ra urus! Pokoke sesok koe neruske sekolah neng pondok ben dadi bocah seng pener! “ ucap bapak farhan. “ Wegah!! Aku neruske sekolah nengdi wae gelem seng penting ora neng pondok! Pokoke wegah” bantah farhan, seketika farhan langsung masuk ke kamar dan tidur, seharian itu farhan sama sekali tidak keluar kamar. Sampai keesokan harinya terdengar ketukat pintu dari kamar farhan, dok.. dok.. dok.. “ le arep ono seng ketemu “ teriak bapak farhan dari luar kamar, “ sopo ? “ Tanya farhan sembari farhan keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, disitu terlihat seseorang yang sedang berdiri di ruang tamu dengan peci putih mengenakan baju koko.
“ assalamualaikum mas farhan, saya pak idris dari pondok mau jemput mas farhan “ ujar ustadz idris ( konon katanya ustadz idris kepala pondok yang sakti mandraguna ). “ nggak! Saya nggak mau, silahkan bapak pergi saja, saya nggak tertarik untuk ke pondok” ucap kasar farhan. “ mas farhan itu di dahinya ada apanya? “ ucap ustadz idris sambil tersenyum. Seketika farhan memegang dahinya untuk memastikan ada apa di dahinya dan ketika farhan memegang dahinya.. blek!! Seketika farhan tidak sadarkan diri seolah seperti tertidur ( ujar farhan ketika bercerita kepada saya ).
Begitu farhan sadar dia sudah ada didalam pondok rehabilitasi dengan posisi farhan saat itu berdiri ( tidak tertidur ), aneh.. farhan benar2 bingung sebingung bingungnya saat itu, apalagi ketika farhan melihat waktu di jam tangannya, disitu menunjukkan waktu puku 6 pagi dan memang waktu itu pagi hari, dia berfikir berarti hampir 24 jam dia menempuh perjalanan.
“ selamat pagi mas, yuk makan dulu.. “ ucap ustadz idris. “ nggak! Saya nggak mau makan, saya mau pulang! Ini saya dimana pak? Anda jangan macem2 lho sama saya! “ Bentak farhan. “ yasudah masuk ke ruangan depan itu dulu, istirahat sambil ngobrol2 sama saya nanti saya antar pulang “ ujar ustadz sambil menunjuk ke suatu ruangan. Sambil berjalan mengikuti ustadz idris farhan melihat disekelilingnya.. pondok tersebut dikelilingi tembok kira2 setinggi kurang lebih 15 meter sehingga sama sekali farhan tidak bisa melihat area luar pondok, yang terlihat hanya pohon2 tinggi yang berada diluar tembok, di sudut pondok farhan melihat masjid yang sedang direnovasi, terdapat plakat di masjid tersebut bertuliskan AL – JIN.
Farhan pun masuk ke dalam ruangan yang ditunjukkan ustadz tadi, di dalam ruangan terdapat 4 kursi sofa dan 1 meja juga tangga menuju ke ruang bawah tanah. “ Pak nggak usah bertele2 sekarang saya mau pulang” bentak farhan sembari farhan berdiri dan berniat pergi, tapi anehnya tubuh farhan seolah tidak bisa dikontrol dan malah justru farhan kembali duduk. “ Apa2an ini! Saya mau pulang pak, kalau anda pakai cara seperti ini saya juga bisa pakai cara saya sendiri yang bisa melukai bapak! “ ujar farhan dengan angkuhnya. “ yasudah.. kalau mas farhan mau begitu silahkan, coba mas farhan cabut 1 helai rambut saya kalau bisa saya antar pulang sekarang juga “ kata ustadz. Ustadz idris membuka pecinya lalu mempersilahkan farhan mencabut rambutnya, ketika farhan mengambil 1 helai rambutnya dan mencabutnya terasa berat, farhanpun menarik dengan sekuat tenaganya namun tetap saja tidak tercabut, farhan pun heran. “ atau mau pakai gunting saja mas ? “ kata ustadz idris sambil berjalan ke sudut ruangan mencari gunting.
Setelah itu farhan pun dengan emosi menggenggam rambut ustadz idris lalu mengguntingnya.. heran keheranan tidak sehelaipun rambut terpotong, farhan berpikir mungkin gunting ini tidak tajam, lalu ia mencoba menggunting rambutnya sendiri, alhasil terpotong dan gunting tersebut memang sangat tajam. Kurang puas farhan mencoba menggunting satu helai lagi rambut ustadz idris, alhasil nihil.. tidak terpotong sama sekali. Ustadz idris pun tersenyum “ mungkin Gusti Allah berkehendak mas farhan disini dulu “ ucap ustadz idris dengan lemah lembut. “ mas farhan kenapa suka berkelahi ? toh.. berkelahi tidak ada untungnya “ ucap ustadz. “ bukan urusan ustadz “ jawab ketus farhan. “ saya nggak bisa berkelahi mas, mbok saya kapan2 diajari silat untuk jaga2 diri, coba mas farhan pukul saya biar saya tau pukulan yang bagus itu seperti apa “ ucap ustadz idris sambil tertawa. “ mau saya pukul?!! Resiko anda yg tanggung ya? “ kata farhan. “ nggih mas farhan nggak papa “. Farhan pun mengambil ancang2 karena emosi farhan memukul bagian rahang ustadz sekuat tenaga, alhasil rahang farhan yang terasa begitu sakit, seolah pukulannya berbalik ke dirinya sendiri sampai dia terjatuh, ibarat pertarungan tinju farhan sudah dinyatakan KO hahahahaha.
Ustadz idris pun memberi segelas air putih dan memapah farhan untuk berdiri. “ sudah tau kan mas siapa saya ? “ ucap ustadz idris. “ mari mas ikut saya.. “ ajak ustadz idris. Ustadz idris pun mengajak farhan turun ke ruang bawah tanah, disitu farhan melihat ada 4 kamar yang mirip dengan sel penjara, dalam 1 kamar tersebut ada 1 orang ibu2 paruh baya tergeletak lemah dengan perut yang sangat besar, farhan pun bertanya ada apa dengan ibu itu, “ itu bu lis, beliau kena teluh ( santet ) beliau seorang pengusaha sukses tapi sepertinya ada yg nggak suka sama bu lis, itu perutnya isinya 50 berlian, sudah 3 hari disini, yg duduk di tiga kamar lain itu murid saya “ kata ustadz. Farhan pun heran padahal di dalam 3 ruangan tersebut kosong, “ loh mana? Wong nggak ada orang “ Tanya farhan. “ kamu belum bisa lihat mas “ jawab ustadz sambil tersenyum. Rupanya ustadz ini punya murid2 dari bangsa jin. Setelah itu ustadz turun ke ruangan bwahnya lagi.. rupanya ada 3 tingkat ruangan bawah tanah, di ruang bawah tanah yang ke 2 farhan melihat ruangan kosong yang luas, “ Assalamualikum!!” ucap ustadz, sontak ada suara yang menyahut “ Waalaikumsalam” seperti puluhan orang yang menyerukan padahal ruangan tersebut kosong. Farhan pun berlari karena ketakutan namun ustadz idris menarik farhan “ nggak papa mas nggak usah takut, mereka semua baik “ ucap ustadz. Lalu ustadz idris menggandeng farhan menuruni tangga menuju ruangan bawah tanah paling bawah, di ruangan tersebut ada sebuah kolam kecil berbentuk bulat dan ada seorang wanita yang sedang berendam di kolam tersebut, konon katanya biasanya kolam tersebut untuk berendam orang2 yang mempunyai hajat supaya hajatnya terkabul, biasanya orang yg mau nyaleg, atau mau mencalonkan diri untuk jabatan2 tertentu.
Farhan pun makin heran, pondok macam apa ini ?!! setelah selesai tour bersama ustadz, farhan diantar ke gedung lain.. disitu ada 2 kamar, 1 kamar berisi seorang wanita sedang duduk berjongkok disudut ruangan, “ silahkan kamu istirahat dulu disini nanti saya suruh pak rahmat ambilin makan ( salah satu ustadz juga di pondok tersebut, semacam tangan kanannya ustadz idris ), oh iya itu mbak vero malam ini kamu satu ruangan sama dia, tolong dia dijaga ya “ entah apa yang terjadi farhan seolah2 tidak mampu membantah apa yang dikatakan ustadz idris padahal pikiran dan fisiknya ingin memberontak. Ternyata eh ternyata vero ini pecandu sabu – sabu dan dia sedang sakau kala itu, dia anak tunggal pengusaha emas di kota semarang. Usut punya usut penghuni pondok misterius ini ada puluhan orang, Cuma 4 saja yg manusia, yang lain dari bangsa kasat mata. 4 orang ini farhan, vero, agus dan alex. Alex ini baru 1 minggu ada di pondok, ceritanya si alex ini preman yang berkali2 keluar masuk penjara karna kekerasan, pemerasan, percobaan pembunuhan, padahal orangtuanya seorang ustadz terpandang di kampungnya hehehehe kok bisa ya. Dan parahnya si alex ini saya lihat diikat tangan dan kakinya karena katanya kalok dilepas dia bakal menyerang orang2 yang ada di pondok, katanya sih jiwanya sudah agak terganggu karena efek pemakaian narkoba bertahun tahun, dari cerita si agus.. alex ini sebelum masuk pondok pernah ngamuk karena kalah judi sampai satu keluarganya dia bacok. Gila ya lur hehehehe kalok mas agus ini teman ustadz idris, dulu Bandar togel tapi sekarang sudah insaf dan memilih mengabdi di pondok. Jadi malam itu farhan satu ruangan dengan vero bersebelahan dengan ruangan alex, kalau mas agus ini punya kamar sendiri di dekat masjid.
Oke singkat cerita malam pun tiba, farhan dan vero shalat isya berjamaah dengan ustadz idris, selesai shalat farhan dan vero kembali ke ruangan untuk tidur, farhan sempat kasihan melihat vero yang mengguling kesana kesini karena katanya sekujur tubuhnya ngilu semua akibat sakau. Namun dikarenakan malam sudah larut farhan pun tidur.
“bangun bangun bangun !!!!” teriak ustadz idris “ ada apa to pak ? masih ngantuk saya !!! “ Tanya farhan, waktu itu menujukkan pukul 3 pagi. “ saya dapat mimpi, sekarang kalian berdua memancing ikan di selokan belakang pondok, “ pancingnya mana pak ? “ Tanya vero, “ kalian bikin sendiri pakai alat2 seadanya yang penting mancing “ bentak ustadz. farhan pun membuat alat pancing dengan ranting pohon dengan benang putih yang biasa untuk alat bangunan, kalok orang jawa menyebutnya bolah gadak hehehehe. Ustadzpun mengantar farhan dan vero ke selokan yang dimaksud ustadz, farhan pun kaget dia berfikir ini ustadz apa sudah gila.. karena selokan yang dimaksud hanya berukuran sekitar 2 jengkal tangan saja, itu pun airnya tidak mengalir dan dangkal sekali, kurang lebih 3 cm kedalaman airnya. Lebih tepatnya mungkin itu bisa disebut got! Bukan selokan ataupun kali! “ bodo amat lah” batin farhan, karena begitu mengantuknya farhan dan vero asal masukin mata pancing aja kedalam selokan lalu ambil posisi jongkok dan tidur. Tiba2 farhan dan fero sontak terbangun dan kaget karena mendengan suara gemercik air.. rupanya ada 2 ikan sebesar paha orang dewasa yang menyangkut di kail mereka. “ asu!! Entok iwak.. kok iso yo ve ???!!! “ begitu kagetnya mereka berdua, heran super duper heran.
Lalu apa yang terjadi ? penasaran ? saya akan share lanjutkan cerita di part berikutnya!

0 Response to "PONDOK REHABILITASI MISTERIUS"
Post a Comment